Mass Room Project

Posted: Maret 15, 2008 in kajian seni
Tag:

Mass Room Project
Salah satu Metode Analisis Sosial melalui kajian Media

1. Pemahaman Umum

1.1. Arti kata harafiah dari “Mass Room Project” adalah Proyek Ruang Massa. Namun lebih populer jika disebut dengan istilah Proyek Ruang Publik, mengingat istilah ruang massa saat ini lebih dipopulerkan dengan istilah public sphere (Ruang Publik).
1.2. Mass Room Project lebih dikenal dikalangan komunitas proyek seni media (art media project). Biasanya, Mass Room Project digunakan untuk mengamati ruang publik yang “ditangkap” melalui sarana media-media seperti photo-camera dan camera shooting, yang dipadu dengan sebuah kajian sosial, baik bersifat antropologis maupun sosiologis yang kemudian diberi sentuhan art media.
1.3. Kajian yang dilakukan, biasanya berkisar pada ruang-ruang publik perkotaan, dari pasar, jalan raya, mall, halte bis, perkampungan urban, tempat nongkrong, rambu-rambu lalu lintas, terminal dan lain sebagainya, yang terpenting ada segi ruang publik yang dihadirkan.
1.4. Metode yang dilakukan, biasanya sangat variatif dan kreatif, mengingat adanya segi art media didalamnya. Biasanya suatu obyek ruang publik diamati dan dibidik dengan peralatan media baik photo-camera dan camera shooting, dengan suatu ketentuan tertentu. Pertama, dapat bersifat bergerak, baik linear, maupun spiral, ataupun bersifat sentrifugal maupun sentripetal, Kedua, dapat bersifat stagnan (diam), dengan suatu durasi waktu yang digunakan, baik detik, menit, jam, hari maupun sampai bulan, bahkan tahunan, ataupun obyektifikasi yang bersifat masif.
1.5. Output dari kajian Mass Room Project, biasanya dapat hadir dalam bentuk esai photo, pemeran photo, dan rekaman film pendek, bahkan dapat digabungkan dalam sebuah kajian documentary. Namun, menariknya, output tersebut dapat ditindak lanjuti dengan sebuah kajian analisa yang mendalam, sehingga dapat menghasilkan sebuah tesis sosial baik yang bersifat fenomologis, maupun yang bersifat kajian sosial populer.
1.6. Kelebihan dari Mass Room Project, adalah dari segi media analisisa yang ditawarkan. Analisis tidak hanya bersifat verbalistis atau literal, namun bersifat lateral, kreatif, imajinantif, didukung dengan art media yang sudah dihasilkan. Kajian sosial menjadi menarik ketika melihat ruang-ruang art media menjadi pendukung dan pemberi suasana analisa.

2. Langkah-Langkah Umum

2.1. Sebelum melakukan hunting obyek, kita perlu melakukan diskusi untuk menentukan tema yang akan mempengaruhi kriteria obyek, dan bagaimana Mass Room Project akan dilakukan dari segi tempat, peralatan media dan dinamikanya, baik yang bergerak maupun yang stagna ataupun yang bersifat obyektifikasi.
2.2. Setelah tema ditentukan, begitu juga tempat dan dinamikanya kita tentukan, barulah kita hunting ke obyek yang dikehendaki.
2.3. Berdasarkan obyek yang kita pilih, kita dapat “merekam” data yang ada sesuai dengan yang kita tentukan, baik mempergunakan photo-camera dan camera shooting dengan berbagai pola yang kita siapkan.
2.4. Setelah data kita dapatkan, baik dalam bentuk foto maupun dalam bentuk film, kita olah hasilnya dengan seksama berdasarkan tema yang sudah kita tetapkan.
2.5. Hasil data tersebut kita kemas, baik dalam bentuk pameran foto, film pendek, esai foto, perfomance art , ataupun pem-visualan data tertentu. Hasil yang sudah dikemas tersebut bisa kita gunakan untuk media awal analisa.
2.6. Analisa yang kita lakukan untuk data yang sudah dikemas dengan pendekatan art media tersebut dapat bersifat analisa antropologis maupun sosiologis. Analisa dapat dilakukan dengan diskusi terarah, curah pendapat, workshop, atau apresiasi media secara umum.
2.7. Hasil analisa dapat digunakan untuk melakukan proses Mass Room Project berikutnya, sebagai kurasi, atau digunakan untuk memberikan kajian sosial secara populer bagi kepentingan pendidikan ataupun pengembangan seni-budaya.

3. Metode

3.1 Metode bergerak
Metode ini digunakan untuk “menangkap” obyek dengan tahap dan proses yang dinamis, baik bersifat meluas, menyempit, linear, spiral, sentrifugal, maupun sentripetal. Tahap geraknya dapat mempergunakan jarak dari suatu wilayah obyek, yaitu jarak gerak dari pusat obyek yang kita tentukan.

3.2. Metode Stagnan/Diam
Metode ini digunakan untuk “menangkap” obyek dengan tahap dan proses dengan mempergunakan durasi waktu. Waktu dapat bersifat, detik, menit, jam, hari, suasana, bulan, tahun.

3.3. Metode obyektifikasi secara masif
Metode ini digunakan untuk “menangkap” obyek secara detail, bentuknya, ragamnya, dan lain sebagainya.

4. Analisa

4.1. Ruang Publik merupakan “ruang’ yang mempunyai komponen begitu kompleks. Kompleksitasnya terletak dimana banyak ragam/unsur yang berinteraksi di dalamnya. Dari unsur space / wilayah, makna, dan movement / pergerakan, yang menyatu sebagai objek maupun subjek. Interaksi tersebut bersifat sosiometris, antropometris, maupun valuemetris/nilai.

4.2. Mengamati ruang publik, mengamati pula suatu interaksi komponen yang dapat dipetakan (mapping) sebagai berikut:

4.3. Analisa interaksi dapat dijelaskan secara sepintas sebagai berikut:

interaksi Space/wilayah Makna Movement/pergerakan
sosiometris Life style, kelas, topografi, geografi, sistem ideologi Menyebar, menyempit, segmentasi, sentralisasi, desentralisasi, transformatif dll
antropometris Budaya, ras, religio Ulimate concern Regresi, transformatif, krisis
valuemetris Eksistensialisme, strukturalisme, sosialisme, kapitalisme dll Cara pandang Apatisme, positivisme, permisifisme

purwono nugroho adhi
peminat kerja budaya,
katekis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s