NYANYIAN BUKIT

Posted: Oktober 24, 2008 in kajian katekese

Nabi dilahirkan untuk melawan raja, tetapi lebih dari itu, ia dilahirkan untuk melawan sejarah

Martin Buber

  1. Kotbah di Bukit (Mat 5-7) merupakan rangkaian kisah Kitab Suci Perjanjian Baru yang berisikan pesan-pesan kateketis mengenai keutamaan-keutamaan kristiani. Isi pesannya mengungkap berbagai paradoks yang menarik dan bermakna. Paradoks tersebut akan semakin menarik dan bermakna revolusioner ketika ditempatkan dalam konteks zaman dewasa ini. Isi pesan Kotbah di Bukit menyiratkan suatu bentuk pemahaman paradigmatis perlawanan-perlawanan atas berbagai hegemoni-hegemoni materialisme, kekuasaan, dan kekerasan. Tentu saja, membaca Kotbah di Bukit harus dikaitkan perlawanan Yesus atas sistem politik, kultural Yudaisme saat itu. Namun, tidak hanya membaca dalam konteks semata, tetapi dalam kajian yang lebih progresif untuk kepentingan pemaknaan yang tidak hanya politis melainkan juga spiritual.
  2. Kotbah di Bukit yang terdiri dari tiga Bab dalam Matius, yaitu Bab 5 sampai 7 merupakan rangkaian  tutur Kotbah Yesus yang merupakan inti dan rangkuman berbagai pandangan-pandangan Yesus yang meliputi ajaran, himbauan, perlawanan/kritik sistem, dan sentuhan-sentuhan spiritualitas dari gerakan non-violance, doa Bapa Kami, dan cara pandang mengenai dunia. Membaca Kotbah di Bukit tidak hanya membaca bentuk-bentuk naratif, melainkan suatu bentuk pandangan-pandangan mengenai dunia. Pandangan-pandangan tersebut bersifat universal dan menjadi perjuangan orang dalam membuat suatu pilihan-pilihan (optio) gerakan di masa dewasa ini. Kotbah di Bukit tersebut layaknya oratorial yang gegap gempita dan lantang menyerukan bentuk-bentuk pandangan yang esensial atas dunia.
  3. Pandangan Kotbah di Bukit menjadi bentuk  alternatif  perlawanan yang populer, memberikan pemaknaan dan motivasi. Pada Mat 5: 1-12, ungkapan ” berbahagialah…..     ” merupakan bentuk oratio yang memberikan pemaknaan yang dalam, layaknya suatu bentuk perlawanan politis, sikap hidup dan cara berpikir bagi mereka yang tertindas. Bentuk paradoksalnya bukalah suatu yang sekedar “dibalik” atau “berlawanan”, melainkan bentuk-bentuk alternatif sikap hidup. Sikap hidup itu menjadi alternatif, ketika apa yang diungkap merupakan bentuk-bentuk penyangkalan dan perlawanan dari apa yang  menjadi kecenderungan dan pergeseran kehidupan dewasa ini. Mat 5: 1-12 yang dikenal sebagai Sabda Bahagia ini menjadi titik tolak suatu keutamaan sikap hidup. Kotbah di Bukit tidak hanya merangkai Sabda Bahagia saja, tetapi juga pandangan-pandangan alternatif lain seperti aktif non violance (bdk Mat 5: 38-39. 43-44), dimana pandangan ini menjadi inspirasi bagi Gandhi, dan menurut bebeberapa kalangan, bahwa pandangan ini merupakan pandangan paham Budhisme yang sudah ada sebelum masa Kristianitas. Pandangan ini ingin melawan sikap kultural Semitis mengenai vendetta (balas dendam) untuk memutus rantai kekerasan. Begitu juga, Kotbah di Bukit ini memberikan berbagai pandangan mengenai kedewasaan sikap beragama (bdk. Mat 6: 1-6.16), perlawanan terhadap materialisme, moneytheisme dan kapitalisme (bdk. Mat 6: 19-23), bentuk-bentuk sikap hidup mistik/penyerahan total kepada Tuhan (bdk. Mat 6:23-34), spiritualitas dan cara pandang akan Tuhan (bdk. Mat 6: 9-14; 7: 9-21) dan sikap adil serta murah hati (bdk. Mat 7:1; 6: 2).
  4. Kotbah di Bukit kaya akan inspirasi dan makna. Tentu saja, cara menggali makna berpengaruh dalam mencari ispirasi tersebut. Cara itu tidak dengan tekstual, namun harus dengan lateral, kaya apresiasi, imaginatif dan kontekstual, mampu menyapa hati. Kontekstualitas Khotbah di Bukit amat tepat jika dibidikkan dalam bingkai  modernitas dan berbagai pergeseran nilai-nilai, postmodernitas, serta budaya dan sosial-politik.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s